Publikasi Resmi
Bojonegoro - RSUD Dr R. Sosodoro Djatikoesoemo menerima jatah sebanyak 1.036 vaksin sinovac untuk tenaga kesehatan. Proses penyuntikan sudah dimulai dengan sistematisasi penyuntikan berdasarkan registrasi sesuai alur...
Bojonegoro - RSUD Dr R. Sosodoro Djatikoesoemo menerima jatah sebanyak 1.036 vaksin sinovac untuk tenaga kesehatan. Proses penyuntikan sudah dimulai dengan sistematisasi penyuntikan berdasarkan registrasi sesuai alur dan Standart Operasional Prosedur (SOP) yang ada.
Direktur RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, dr. Ahmad Hernowo menuturkan untuk RSUD mendapatkan jatah dari Dinas Kesehatan sebanyak 1.036. "Kami mendapatkan jatah 1.036 vaksin dari Dinas Kesehatan Bojonegoro untuk Nakes RSUD," katanya.
Ia mengungkapkan, meski mendapatkan jatah vaksin sinovac dengan jumlah banyak, sistematisasi penyuntikan tetap dilakukan berdasarkan registrasi sesuai alur dan SOP. "Jatah vaksinasi kita segitu, tetapi sesuai alur dan registrasi terlebih dahulu. Ada juga beberapa nakes yang tidak lolos screening," tambahnya.
Tidak lolosnya para nakes saat screening dikarenakan yang bersangkutan memiliki darah tinggi, riwayat penyakit hingga pernah terkonfirmasi positif. "Tidak lolos yang bersangkutan memiliki tensi tinggi hingga lainnya," paparnya.
Ada empat tahapan alur proses vaksinasi di untuk para tenaga kesehatan (Nakes).
Tahapan pertama: verifikasi calon penerima akan menunjukkan bukti identitas.
Tahapan kedua: meja screening dengan melakukan analisa fisik sederhana. Jika calon penerima vaksin sehat maka bisa dilakukan
Tahapan ketiga: penerima vaksin akan diberikan vaksin sinovac secara aman dari petugas vaksin.
Tahapan keempat: calon penerima vaksin di observasi selama 30 menit. Dan memperoleh kartu vaksinasi elektroniko.