Publikasi Resmi
Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan menggunakan QRIS palsu. Modus ini kian sering ditemukan di sejumlah tem...
Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan menggunakan QRIS palsu. Modus ini kian sering ditemukan di sejumlah tempat umum, seperti area parkir, warung makan, hingga lokasi wisata.
Salah satu modus yang sering digunakan pelaku adalah menempelkan kode QR palsu di atas kode asli milik pedagang. Akibatnya, dana yang dibayarkan oleh konsumen justru masuk ke rekening pelaku.
Untuk itu, masyarakat diimbau melakukan beberapa langkah pencegahan. Di antaranya dengan selalu memeriksa nama merchant yang muncul di aplikasi pembayaran sebelum menyelesaikan transaksi. Nama tersebut harus sesuai dengan nama toko atau tempat pembayaran.
Selain itu, warga juga diminta untuk memperhatikan kondisi fisik kode QR. Jika terlihat mencurigakan, seperti adanya tempelan berlapis, sebaiknya segera dikonfirmasi kepada pemilik usaha.
Jangan terburu-buru saat melakukan pembayaran digital. Pastikan semua informasi sudah sesuai sebelum menekan tombol bayar.
Dinkominfo juga mengingatkan masyarakat agar menyimpan bukti transaksi dan segera melakukan konfirmasi kepada penjual jika terdapat kejanggalan.
Melalui imbauan ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap masyarakat dapat semakin bijak dalam memanfaatkan teknologi digital. Kewaspadaan dan ketelitian menjadi kunci utama dalam mencegah kerugian akibat penipuan QRIS palsu. [dh/nn/ans]