Berita dari Dinas Komunikasi dan Informatika

Berita Resmi 24 April 2026 / 0 pembaca / 2 menit baca

Talkshow Radio Malowopati: Yuk CKG! Cek Kesehatan Sekali, Berarti Sekali

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus menguatkan edukasi pentingnya deteksi dini kesehatan melalui program SAPA! (Selamat Pagi Bojonegoro) Radio Malowopati FM, Jumat (24/04/202...

Publikasi Resmi

0 pembaca 2 menit baca
Talkshow Radio Malowopati: Yuk CKG! Cek Kesehatan Sekali, Berarti Sekali
Talkshow Radio Malowopati: Yuk CKG! Cek Kesehatan Sekali, Berarti Sekali

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus menguatkan edukasi pentingnya deteksi dini kesehatan melalui program SAPA! (Selamat Pagi Bojonegoro) Radio Malowopati FM, Jumat (24/04/202...

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus menguatkan edukasi pentingnya deteksi dini kesehatan melalui program SAPA! (Selamat Pagi Bojonegoro) Radio Malowopati FM, Jumat (24/04/2026), bertema “Yuk CKG! Cek Kesehatan Setahun Sekali, Berarti Sekali”.

Siaran yang dipandu Lia Yunita ini menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro Ninik Susmiati, SKM., M.Kes dan Kepala Puskesmas Kedungadem dr. Aulia Mustika Devi. Keduanya mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah preventif menjaga kesehatan.

Ninik Susmiati menjelaskan, CKG merupakan program strategis untuk mendeteksi penyakit lebih awal sehingga risiko komplikasi dan biaya kesehatan dapat ditekan. Selain pemeriksaan fisik, CKG juga mencakup skrining kebiasaan masyarakat seperti aktivitas harian dan perilaku merokok.

Menurut Ninik, tahun 2026 merupakan tahun kedua pelaksanaan CKG secara menyeluruh, mulai bayi baru lahir hingga lansia. Dinkes Bojonegoro menargetkan minimal 46 persen masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan. Tahun sebelumnya, capaian CKG mencapai 40,3 persen atau sekitar 53.500 jiwa dan menempatkan Bojonegoro peringkat kedua di Jawa Timur.

Ia menambahkan, setiap puskesmas ditargetkan melakukan skrining minimal 55 persen penduduk di wilayahnya. Program CKG juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk mendukung penanganan stunting dan pemberantasan TBC.

Sementara itu, dr. Aulia Mustika Devi menjelaskan bahwa layanan CKG diberikan sesuai kelompok usia. Pemeriksaan mencakup skrining penyakit bawaan pada bayi, pemantauan tumbuh kembang anak, deteksi stunting, TBC, obesitas, anemia, gula darah, tekanan darah, hingga skrining kesehatan perempuan seperti IVA, HPV DNA, kanker payudara, serta layanan kesehatan calon pengantin.

Pelaksanaan CKG dilakukan secara aktif dan pasif. Puskesmas melayani masyarakat yang datang langsung sekaligus turun ke lapangan menjangkau warga, terutama di wilayah pelosok. Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin agar risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan kualitas kesehatan masyarakat Bojonegoro terus meningkat. [dh/nn/ans]